Bismillahirrahmaanirrahin..
Sebelum tanggal walimatul ursy disepakati, hubungan antara ikhwan & akhwat yang mendekati pernikahan seyogianya adalah sebuah rahasia. Rahasia, berarti tidak boleh digembar-gembor ke sana kemari.
Selasa, 22 November 2011
Kamis, 17 November 2011
team
Bermimpi punya super team? Beberapa perlu disorot nyaris ekstrim. Sebab super team berarti super dalam kerjasama. Lalu, apakah sudah kita waspadai gagasan-gagasan penghancur cita-cita? Pertama, tidak adanya rasa percaya. Melulu mempermasalahkan kapasitas, padahal bekerja dapat meningkatkan--lagipula ini semua masalah berproses untuk pantas. Kedua, takut akan konflik. Orang-orangnya tidak berani mengungkapkan yang sebenarnya, cenderung menghindari, dan menyimpan perasaan sendiri. Silakan berdebat—tapi ada kesimpulan. Justru karena konflik, kita bisa kerjasama. Ketiga, tidak ada komitmen. Bukan team bila tak punya tujuan bersama. Dan untuk ke sana, omong kosong tanpa kesepakatan yang dijunjung tinggi-tingginya. Abaikan komitmen-komitmen berderajat lebih rendah. Diri sendiri bukan yang utama. Keempat, menghindari tanggung jawab. Masing-masing hanya melihat kepentingannya sendiri, sehingga menimbulkan egois yang nyata. Kelima, ketidakpedulian pada hasil. Sekadarnya, cuma bekerja sesuai target--padahal itu hanya kulit, bukan intinya....
tulisan ini sya copy dari kang Asa Mulchias di Facebook
http://www.facebook.com/profile.php?id=100001362998726
tulisan ini sya copy dari kang Asa Mulchias di Facebook
http://www.facebook.com/profile.php?id=100001362998726
Rabu, 09 November 2011
berdoa
Kawan, pernahkah kau pinta pada Allah penuh kesungguhan? Kadang naik-turun dada terisak. Peluh basah pipi kedua. Tapi, aneh: tak kunjung jadi nyata. Seperti Tuhan tak mengijabah munajat kita. Lalu, kembali coba. Gelar sajadah di sepertiga. Jelang Subuh, rakaat-rakaatnya. Hampir tiap lima. Ditambah sunnah-sunnahnya. Hari-minggu berganti. Bulan-bulan berlalu. Namun tak ada tanda. Lagi-lagi, kaumulai berpikir Allah tak serius mau kabulkannya. Tepekur jiwa. Mulai ragukanNya. Padahal, mari: kuberitahu satu rahasia. Tentang Allah dan rasa sayang. Doa-doamu selama ini selalu diketahui Ar-Rahman. Bukan Dia tak tahu. Bukan pula Dia tak dengar. Hanya saja, Allah terlalu suka melihatmu berdoa. Berlaku seperti hamba sebenarnya. Sedang kalau Dia segera kabulkan, kau mungkin cepat lupa. Dan tak lagi memohon. Tak lagi berdoa. Itulah rahasia: kenapa sebagian inginmu tak langsung diberikanNya. Masih banyak rahasia lain, bukan berarti yang ini saja tanda cinta. Allah lebih tahu kebutuhanmu. Sedang inginmu kadang belaka gelora hawa nafsu. Tuhanmu menginginkan yang terbaik. Sedang kau menginginkan yang tercepat. Dalam keduanya, menjurang-menjulang perbedaannya
*Tulisan ini saya kopi dari kiriman (posting) kang Asa Mulchias di Facebook.
sumber: https://www.facebook.com/groups/160422647333484/271637589545322/?notif_t=group_activity
Mari ingat-ingat peristiwa haditsul ifk. Momen 'Aisyah dituduh mendua, selingkuh dengan shahabat suaminya. Ouh, berlapis makna dan hikmah yang dalam diselami. Dipetik dan dihayati. Salah satunya, saat Abu Bakar berjanji untuk berhenti. Wanita itu, padahal selama ini, disantuni dan dikasihi. Tapi kenapa, saat Humaira diuji, Mitsnah malah ikut menggunjing sana-sini? Sedang sama-sama kita tahu: sebar aib sesama muslim adalah terlarang. Itu aib yang benar. Apalagi yang berita yang dikarang? Hingga buncah marah Abu Bakar, berjanji tak kan lagi bantu Mitsnah setelahnya. Tapi, Allah sayang Khalifah pertama. Ditegurnya ia, lewat An-Nuur dua puluh dua. Bersegeralah Abu Bakar meralat ucapnya. Sebab yang dicari adalah ridha Tuhannya. Bukan gemuruh dada dan umbar benci pada sesama. Oh, asyiknya! Belajar dari peristiwa sejarah memang istimewa. Dari sana, kau dapat lebih dewasa. Tentang balas-membalas, contohnya. Kau kan dapatkan tak ada habisnya. Tak ada puasnya. Lalu, apa yang dicari dari dunia tanpa ujung dan balasan? Sedang kita semua kan pergi dan bertemu Tuhan. Saat itulah baru terasa guna: niat-niat kita dan untuk siapa kita beramal....
*Tulisan ini saya kopi dari kiriman (posting) kang Asa Mulchias di Facebook.
sumber: https://www.facebook.com/groups/160422647333484/271637589545322/?notif_t=group_activity
I do it for my own self.
Once again. I do it for my own self.
Apakah anda tahu masalah saya?
Apakah anda tahu apa yang saya rasakan?
If you don't even know, be quite please!!
Rasanya saya pengen ngomong kayak gitu.
Tapi saya tahu, ga penting sebenernya. Harusnya saya juga ga peduli sama hal itu.
Satu sih.. tiap orang punya problem masing-masing. Tiap orang punya masalah sendiri-sendiri... dan itu kompleks.. kompleks..
Just try to see another perspective. Coba lihat sudut pandang orang lain.
Karena, boleh jadi Anda nggak benar-benar tahu apa yang orang lain rasakan.
Karena, boleh jadi Anda nggak benar-benar tahu apa yang orang lain rasakan.
Minggu, 06 November 2011
Kutipan-kutipan dari Facebook & twitter
Rasulullah saw. tidak pernah mencaci makanan:
'makan kalau kau suka, tinggalkan bila sebaliknya',
Ustaz Dalis Fajar
lakukan pembelajaran, maka kau tak akan merengek hanya karena tertusuk duri kecil,
Ustaz Dalis Fajar
Shbtku lakukan yg terbaik hny agar Allah Yg Maha Dekat suka, jngn berbuat baik hny agar manusia suka, Allah-lah Tuhan kita @aagym on twitter
Yang mambuat tak nyaman hati adlh kita ingin kelihatan lebih dari kenyataan yg ada @aagym on twitter
Kita sering berusaha keras dg berbagai cara agar orang mengagumi, lalu bila mrk sudah kagum, mau apa?
@aagym on twitter
Jumat, 04 November 2011
Hakikat Kehidupan
Tsunami melanda. Aceh berserakan. Lelaki itu bereskan barang-barang di antara pepuingan. Hari itu hari Jumat. Adzan kan memanggil dari surau-surau. Ditegurlah ia oleh seorang lewat. Ajak tunaikan wajib dari Sang Dzat. Tapi yang terlontar justru keluhan. Pertanyaan. Apa salahnya pada Tuhan? Kenapa Dia harus ambil hartanya. Ambil keluarganya. Ah, Teman... seperti itulah dirimu bila tak paham tabiat kehidupan. Bahwa hidup adalah musibah di satu bagian, bahagia di satu bagian. Kau tak dapatkan derita semua. Senyum semua. Tak ada yang mengatakan ini surga. Karenanya, kau harus cerdas membaca realita: apa pun dapat terjadi. Mari belajar menahan diri. Sebab sabar itu pada benturan al-uula. Tidaklah disebut sabar bila seseorang merespon emosi di detik-detik pertama. Tahan lidahmu. Tahan hatimu. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Baik di dunia, baik di hari wajahNya ditampakkan ke segenap penduduk surga. Bersabarlah, belajarlah. Demi Allahmu. Demi sezarrah cintamu padaNya
Asa Mulchias
(Tulisan ini saya copy dari tulisan kang Asa Mulchias di facebook)
Langganan:
Postingan (Atom)


